Facette Musquée : Panduan Musk Putih, Bersih, dan Bertepung
Dalam parfumeri, komposisi utama memberikan jiwa pada parfum. Komposisi ini dapat dihiasi oleh berbagai facette untuk memperumit komposisi. Facette musquée, juga disebut “nada musquée”, atau “musk putih”, dapat diselaraskan dengan semua keluarga olfaktori (hespéridée, florale, ambrée, chyprée, boisée, fougère).
Nada-nada ini mencakup aroma yang lembut, seperti kapas, sangat tahan lama, dan nyaman, memberikan sensasi kasmir atau kulit bayi.
Sejarah musk : Dari hewani ke sintetis
Musk telah digunakan sejak abad ke-4 karena sifatnya yang merangsang dan afrodisiak. Pada awalnya, ini adalah bahan hewani, yang disekresikan oleh rusa kesturi Tibet (musk Tonkin). Hari ini, musk asal hewani dilarang untuk perlindungan hewan.
Sejak akhir abad ke-19, parfumeri menggunakan variasi tak terbatas dari musk putih sintetis. Bahan-bahan ini menjadi tidak tergantikan karena kemampuan fiksatifnya yang sensual, adiktif, dan melingkupi. Namun, beberapa orang mungkin tidak peka (anosmia) terhadap beberapa musk putih tertentu.
4 kategori musk sintetis dalam parfumeri
Kimia musk telah berkembang untuk memenuhi kendala lingkungan dan sanitasi (IFRA).
1. Musk nitrasi (Yang lama)
Dikembangkan sejak tahun 1888, ini adalah yang paling kuno. Secara olfaktori, sangat bertepung.
- Musc Ambrette : Dilarang sendiri sejak 1981 (fototoksik).
- Musc Xylène dan Cétone : Sebelumnya banyak digunakan.
- Musc Moskène dan Tibétène : Dilarang oleh IFRA.
2. Musk polisiklik (Yang bulat)
Dibuat antara tahun 1955 dan 1970, mereka murah hati, bulat, dan berperan di dasar. Hari ini dibatasi karena alasan biodegradabilitas.
- Tonalide (Fixolide) : Cukup kayu dan tanah.
- Galaxolide : Bulat, sabunlike, dan berbuah (blackberry). Banyak digunakan dalam parfumeri fungsional (deterjen).
- Musk polisiklik ini murah hati, bulat, dan berperan sebagai nada dasar. Musk ini diakui kurang biodegradable. Selain itu, mereka telah teridentifikasi dalam jumlah kecil dalam ASI manusia. Namun, mereka tidak dalam proses pelarangan. Para produsen deterjen membatasi sendiri penggunaannya, meski begitu, demi perlindungan lingkungan.
3. Musk makrosiklik (Yang modern)
Ini adalah yang paling baru, diminati, dan terkadang mahal. Digunakan oleh grup-grup besar.
- Muscone : Nada sedikit hewani.
- Muscenone : Nada bertepung.
- Exaltolide : Nada floral dan angelic (dekat dengan ambrette).
- Habanolide : Nada kayu dan bertepung.
- Ambrettolide : Aroma ambar dan buah.
- Globalide : Aroma seperti uap dan bersih.
- Musc T (Ethylene Brassylate) : Bulat dan lembut.
- Lainnya : Dihydro ambrettolide, Cosmone, Nirvanolide, Astrotone.
4. Musk linier atau Alicyclic (Generasi baru)
Musk yang sangat lembut, bertepung, dan bersih (efek linen, kapas) ini tidak mendapat serangan lingkungan apa pun.
- Helvetolide : Bersih, putih, laktat, buah.
- Romandolide : Efek linen, kapas.
- Sylkolide, Applelide, Sérenolide.
Musk Nabati : Biji Ambrette
Ada alternatif alami : biji ambrette, yang berasal dari varietas hibiscus. Nada musk nabati ini memiliki aksen buah pir yang sangat elegan.
Parfum musqué yang ikonik
Semua parfum mengandung musk, tetapi beberapa menjadikannya sebagai tanda tangan (overdose) :
- L’Instant Magic – Guerlain
- Pour Homme – Bulgari
- Mûre et Musc – L’Artisan Parfumeur
- Flower – Kenzo (Overdose Muscenone)
- La Cologne – Mugler
- White Musk – The Body Shop
- Original Jovan Musk – Kiehl’s (Cukup hewani)
- Muscs Koublaï Khan – Serge Lutens (Nada bulu)
- Musc Tonkin – Parfum d’Empire (Hewani)
- Musc Ravageur – Frédéric Malle (Yang paling hewani)
- Florentina – Delacourte Paris (Musk bertepung)
- Dovana – Delacourte Paris (Musk bersih)