Keluarga Fougère: Akord Legendaris Parfumeri Maskulin (Lavender, Tonka, Geranium)
Sebuah parfum memiliki arsitektur, artinya ia dibangun di seputar perpaduan 5 hingga 10 komponen. Inilah yang disebut “sebuah akord”, seperti dalam musik. Tema utama sebuah parfum diberikan oleh akord utama ini. Inilah jiwanya.
Keluarga aroma memungkinkan pengklasifikasian parfum, menurut Comité Français du Parfum (CFP). Setiap tema utama dapat dihiasi oleh satu atau beberapa facette.

1. Asal-Usul dan Sejarah: Dari Napoleon hingga Fougère Royale
Wewangian keluarga fougère tidak memiliki aroma tanaman bernama “fougère” (yang tidak beraroma).
Setelah tren parfum berat dan hewani, Napoleon I menetapkan mode Eau de Cologne. Sedikit kemudian, dalam semangat yang sama, keluarga fougère akan merevolusi parfumeri maskulin.
Nama ini diberikan oleh penciptaan parfum Fougère Royale pada 1882 oleh Pembuat Parfum Paul Parquet (Houbigant), yang memberikan gaya baru parfum maskulin. Wewangian Fougère Royale sangat diminati oleh Guy de Maupassant.
Era bersih dan fougère akan mendominasi hingga tahun 1960-an dan keluarga ini dikembalikan popularitasnya pada awal 2010-an.
2. Komposisi akord Fougère
Akord terutama terdiri dari: bergamot, lavender, nada mawar (geranium), vetiver, lumut, tonka atau/dan kumarin.
Di sekitar akord fougère ini, berbagai nada dapat terlibat dalam orkestras:
- Pada nada atas: Nada aromatik (lavender, lavandin, rosemary, thyme, sage clary, wormwood, nada adas, chamomile, laurel, mint) dan nada hespéridé (cf. Facette hespéridé).
- Pada nada hati: Geranium (Pelargonium rosat beraroma mawar), akord carnation atau mawar. Nada oranye memberikan nuansa lebih modern (Methyl Anthranilate) dan terkadang dapat terdapat benzil salisilat (cf. Facette solaire).
- Pada nada dasar: Tonka atau molekul utamanya kumarin, vetiver, lumut pohon, terkadang vanila, nada ambre, kulit, atau musk.
3. Apakah akord Fougère hanya untuk pria?
Ini adalah keluarga yang pada dasarnya maskulin, keluarga yang sangat populer. Ia memberikan kesan aroma sabun cukur, sabun, sensasi higienitas. Jangan lupa bahwa kaum pria datang ke keluarga parfum ini melalui tindakan bercukur.
Evolusi keluarga: Dari bersih menuju sensual
Keluarga ini telah berkembang seiring waktu: serbuk, kulit, hespéridé, oriental. Ia dimodernisasi dari waktu ke waktu baik karena alasan regulasi (pembatasan lumut ek) maupun untuk menyasar pelanggan yang lebih muda.
Parfum keluarga fougère diapresiasi karena difusinya, kekuatannya, dan kehadirannya. Di masa lalu, karakteristik “higienitas” sangat menonjol. Namun kini, berkat kehadiran kayu, nada yang lebih bulat dan hangat seperti ambre atau kulit, parfum-parfum ini menjadi lebih bernuansa, hangat, dan mungkin kurang bertarget pada citra “maskulin keras”.
Varian modern
- Kesegaran Baru: Untuk membuatnya lebih modern, pembuat parfum dapat menghiasinya dengan facette kesegaran baru (cf. Facette kesegaran baru). Dalam hal ini, kesan aromanya akan memberikan efek lebih kontemporer: suasana pria yang baru keluar dari kamar mandi.
- Fougère Oriental: Facette ambre atau oriental (cf. Keluarga oriental) yang ditambahkan pada akord fougère dalam Brut dari Fabergé memberikan orientasi baru pada keluarga ini.
4. Tren baru fougère (Kayu bergetar)
Keluarga ini dikenal sangat maskulin, menyegarkan, dan dinamis. Kini orkestras dilengkapi dengan facette buah atau nada kayu ambre atau nada kayu yang sangat bergetar dan sangat kuat serta maskulin seperti Z11, Karanal, Ambrocénide, Limbanol, atau nada dalam gaya yang sama.
Beberapa parfum feminin yang mengandung akord Fougère
Meski maskulin, fougère telah memikat kaum wanita. Parfum Canoë dari Dana pada 1936 dan belakangan parfum feminin Dior: Hypnotic Poison mengambil tema Fougère yang dihiasi nada gourmand: vanila dan tonka (cf. Facette gourmand).
5. Parfum yang mengandung akord Fougère
- Invictus – Paco Rabanne
- One Million – Paco Rabanne
- Fuel for Life – Diesel
- R – Paco Rabanne
- Brut – Fabergé
- Sauvage – Dior
- Bleu – Chanel
- Géranium pour Monsieur – Frédéric Malle
- L’Orpheline – Serge Lutens
- Guerlain Homme – Guerlain
- Drakkar Noir – Guy Laroche
- Pour un Homme – Caron
- Kouros – Yves Saint Laurent
- Gucci by Gucci – Gucci
- Fleur du Mâle – Jean Paul Gaultier
- Chrome Legend – Azzaro
- Jicky – Guerlain
- Mouchoir de Monsieur – Guerlain
- Cerruti 1881 for Men – Cerruti
- Eternity for Men – Calvin Klein
- Egoïste Platinum – Chanel
- English Lavender – Yardley
- Azzaro pour Homme
- Cool Water – Davidoff
- Dolce & Gabbana pour Homme
- Eau de Minthé – Diptyque