Parfum 100% Alami: Mitos, Realitas, dan Tren

Parfum 100% alami sedang tren sejak beberapa waktu terakhir; mari kita sedikit menyingkap tirai di balik tren baru ini. Dalam benak kolektif, yang alami pada dasarnya positif, baik untuk alam, baik untuk diri sendiri—berbeda dengan produk sintetis yang memiliki konotasi negatif.
Tetapi tahukah Anda bahwa sebagian besar molekul sintetis ditemukan di alam? (lihat Sintesis/Alami)
Orgue Parfumer: Kekayaan Palet
Perlu diketahui bahwa seorang parfumer membentuk orgue parfumnya—perabot yang memungkinkannya menyimpan dan mengklasifikasikan fiol minyak esensial—dengan sekitar 1.000 produk yang ia pilih sesuai afinitasnya dari rangkaian 1.000 bahan baku alami dan 3.000 produk sintetis (lihat Piramida aroma).
Setiap tahun, baik di alam maupun di bidang sintetis, bahan baku baru diciptakan dan diluncurkan di pasar parfumeri. Parfum 100% alami dibuat dengan rangkaian aroma dan nota yang lebih terbatas—sekitar 500 nota maksimum daripada 3.000.
Penciptaan Parfum: Klasik vs Alami
Jika aroma adalah kata, maka parfum harus disebut sastra.
Produk sintetis (lihat Bahan baku sintetis) sangat memperkaya orgue parfumer dan memungkinkan penciptaan nota tertentu, seperti untuk beberapa bunga yang disebut bisu seperti nota violet, lilak, lili, lili lembah, dan nota buah tertentu (lihat Aspek Buah) yang tidak mungkin diolah secara alami.
Semua penemuan ini berkontribusi pada pengembangan, pembaruan, dan pengayaan kreasi dalam parfumeri.
Stabilitas dan Sillage
Kreasi-kreasi paling indah sering kali merupakan hasil kerja halus yang memadukan bahan baku alami dan produk sintetis.
- Parfum dengan sintesis: Parfum yang banyak mengandung produk sintetis akan lebih linear dan lebih stabil pada berbagai media (kertas uji, kain, kulit, dan lain-lain). Juga akan lebih tahan lama dan memiliki lebih banyak sillage.
- Parfum alami: Sebaliknya, parfum yang lebih banyak mengandung produk alami daripada sintetis akan berkembang berdasarkan kulit masing-masing orang, dan terkadang tidak dapat dikenali dari satu orang ke orang lain. Jenis parfum ini memiliki getaran yang berbeda; memiliki jiwa yang lebih tinggi.
Tren Parfum 100% Alami
Ini adalah tren kuat di pasar parfumeri dalam beberapa tahun terakhir, dengan banyak merek parfum yang terjun ke ceruk alami ini. Beberapa di antaranya bisa sangat baik diorkestrasikan oleh parfumer berbakat dan berbau sangat bagus.
Performa dan Daya Tahan
Perlu diketahui bahwa parfum alami seringkali akan kurang berperforma dalam hal sillage dan ketahanan. Semua bergantung pada komposisi wewangian; jika mengandung nota gaharu yang sangat tahan lama (lihat Gaharu) dan nota boisé (lihat Aspek boisé) yang berperforma, ia bisa tahan lama dan menyebar.
Realitas Harga
Perlu diketahui bahwa konsentrat dua kali hingga sepuluh kali lebih mahal dari konsentrat parfum klasik atau konvensional (perpaduan alami dan sintetis). Normalnya harga jual parfum alami ini seharusnya benar-benar lebih mahal dari parfum klasik. Berhati-hatilah dalam klaim naturalitas; persentase alkohol bisa diperhitungkan, yang bisa menyesatkan.
Perlu diketahui bahwa tidak semua bahan baku alami mahal harganya. Beberapa bahan baku bisa memiliki harga yang sangat tinggi seperti iris, tuberose, vanila, neroli, tetapi beberapa tidak mahal sama sekali seperti jeruk (lihat Aspek hesperide atau citrus) misalnya.
Parfum 100% alami berbasis iris yang berbau iris, misalnya, seharusnya dijual sangat mahal, tetapi parfum dengan banyak jeruk seharusnya lebih terjangkau harganya.
Perbedaan Penting: Vegan, Alergi, dan Standar
Parfum alami dan parfum vegan
Konsep parfum vegan berarti tidak ada bahan baku hewani, tetapi bagaimanapun juga bahan-bahan ini dilarang, kecuali ambergris. Artinya tidak ada lilin lebah atau turunan sarang lebah dalam parfum tersebut.
Regulasi dan Alergi
Parfum konvensional dapat menimbulkan alergi. Parfum alami tidak mengesampingkan risiko alergi. Mengapa seseorang berisiko mengalami alergi atau intoleransi dengan produk alami? Karena produk alami menurut definisinya bergerak, hidup, berubah—berbeda dengan produk sintetis yang monolitik, stabil, dan tidak berkembang. Meskipun demikian yang terakhir ini juga dapat menimbulkan alergi.
Sebagai contoh konkret untuk penciptaan parfum untuk anak atau bayi dengan kulit yang sangat rapuh dan sensitif, hukum sangat ketat dan hanya mengizinkan 3 atau 4 bahan baku alami maksimum.
Karena legislasi terus berkembang, beberapa perusahaan kreasi atau merek parfum—bahkan terkadang—tidak dapat menggunakan minyak esensial alami apapun dalam komposisi untuk bayi atau anak (lihat Parfum untuk bayi).
Nuansa antara “Alami” dan “Asal Alami”
Konsep 100% alami itu sendiri sangat rumit. Banyak regulasi dan standar yang ada; berbagai peraturan berlaku. Pertama-tama harus dibedakan antara:
- 100% alami
- 100% asal alami
Parfum tunduk pada standar yang sangat kompleks:
- Formulasi Cosmos Organic atau Cosmos Natural atau tidak ada formulasi
- Standar ISO 9235
- Standar ISO 16128
Perbedaan antara parfum bio bersertifikat dan 100% alami
Merek parfum alami harus memenuhi label-label tertentu yang memungkinkan mereka mengklaim 100% alami, tetapi itu bukan berarti parfum tersebut organik.
Organic tunduk pada standar atau label khusus lainnya untuk segmen ini dengan regulasi yang terus berkembang.
Kesimpulan tentang Parfum Alami
Banyak orang memiliki pandangan radikal dan biner—berpikir bahwa yang alami itu baik dan produk sintetis itu buruk. Parfum alami bisa menarik, jika benar-benar bersertifikat 100% alami, bahkan sebuah prestasi jika dibuat dengan baik, memiliki daya tahan yang cukup baik, dan jika selain itu menciptakan emosi.
Di luar perdebatan yang menghadapkan produk alami dan produk sintetis, perlu diingat bahwa yang terpenting untuk memiliki parfum yang indah adalah memiliki gagasan kreatif yang kuat dan orisinal, estetika penciuman yang indah, serta orkestransi yang tepat dan dikuasai oleh parfumer berbakat.
Untuk mengerjakan parfum alami, parfumer selain bakat dan kreativitas harus menguasai subjek yang sangat kompleks ini.
Sebagai kesimpulan, berikut beberapa merek parfum 100% alami:
- Honoré des prés
- Ormaie
- 100Bon
- Floratropia
- Abelodor
- Voyages Imaginaires yang diciptakan oleh Isabelle Doyen