Nada Tengah: Lengkungan dan Tanda Tangan Floral Parfum

Parfum seringkali mengungkapkan emosi dan cenderung membangkitkan seni dan keindahan, daripada dikaitkan dengan konsep ilmiah. Penciptaan sebuah wewangian tetap saja didasarkan pada logika dan orkestrasi yang sangat teknis.
Pembuat parfum-pencipta membangun parfumnya berdasarkan berbagai elemen, di antaranya yang disebut “nada” dan dipilih karena karakteristik ilmiahnya. Nada-nada inilah yang akan memberikan seluruh keindahan pada parfum.
Dalam parfumeri, terdapat tiga jenis nada yang berbeda: nada atas, nada dasar, dan nada tengah.
Nada tengah sangat penting bagi parfum: nada ini berkembang selama beberapa jam, dan memungkinkan wewangian untuk semakin padat dan bulat.
Nada tengah dalam piramida aroma
Sebuah parfum sering digambarkan dalam bentuk yang disebut “piramida aroma”. Konstruksi ini mengorganisasikan berbagai nada sebagai berikut:
- Di puncak: nada atas
- Di bagian tengah: nada tengah
- Di dasar: nada dasar
Model ini, yang banyak digunakan oleh merek untuk mendeskripsikan parfum mereka, mengilustrasikan cara nada-nada terorganisasi. Namun perlu diketahui bahwa nada-nada ini akan saling menyusup dan berinteraksi satu sama lain, dan terungkap dalam urutan yang tidak selalu sama.
Konstruksi ini akan memungkinkan wewangian menjadi harmonis dan secara bertahap melepaskan penguapan berbagai facette aroma dan wewangian.
Apa itu nada tengah?
Nada tengah muncul setelah envolée nada atas. Disebut juga “lengkungan”, atau “kebulatannya” parfum. Dengan ketahanan sedang, nada tengah mengikuti nada atas.
Setelah diaplikasikan pada kulit atau mouillette (bandelette kertas yang digunakan untuk menguji parfum), perlu menunggu setidaknya 15 hingga 20 menit untuk benar-benar menemukan nada-nada ini, yang sudah mulai dapat tercium dalam nada atas.
Perlu diperhatikan bahwa nada atas tidak akan memberikan hasil yang sama bergantung pada media, atau jenis kulit tempat wewangian diaplikasikan.
Nada tengah: nada transisi penting
Lengkungan parfum
Beberapa nada atau facette aroma lainnya dapat berperan dalam nada tengah, karena semua wewangian pada akhirnya saling berpelukan satu sama lain, dan saling membawa.
Jika diorkestrasikan dengan baik, nada tengah dapat memberikan kelembutan dan kenyamanan pada parfum, serta membuat seseorang ingin menemukan evolusi parfum. Namun, hasil akhir yang memungkinkan penentuan apakah wewangian itu cocok, akan diberikan oleh nada dasar.
Pentingnya nada tengah
Nada tengah ini sangat penting dalam sebuah wewangian karena hanya bertahan beberapa menit. Namun pelanggan yang sering tergesa-gesa dalam menemukan sebuah wewangian, parfum diorganisasi sedemikian rupa sehingga nada tengah mengikuti nada dasar.
Sebuah wewangian dengan arsitektur yang tidak seimbang bisa menciptakan kesan kekosongan yang dapat mengurangi keindahan parfum.
Asal-usul nada tengah
Konsep nada atas, nada tengah, dan nada dasar, yang memungkinkan pemahaman konstruksi sebuah wewangian, diciptakan oleh Jean Carles, dahulu pembuat parfum di Roure (sebuah perusahaan yang kini bernama Givaudan).
Pencipta Ma Griffe dari Carven dan Miss Dior, pembuat parfum agung ini mendirikan dan memimpin École de Parfumerie Roure sekitar tahun 1940. Kepadanyalah kita berutang metode pembelajaran dan pengorganisasian bahan baku dalam parfumeri ini.
Nada tengah dan bahan baku
Memang, Jean Carles mengelompokkan semua bahan baku alami dan sintesis berdasarkan nada dasar, nada tengah, dan nada atas.
Bunga dalam nada tengah
Dengan demikian, bunga-bunga terutama akan memberikan nada tengah, kecuali nada floral musim semi yang lebih berperan dalam nada atas. Berikut beberapa bunga yang berperan dalam nada tengah:
- Bunga putih: melati, tuberose, ylang-ylang, absolut bunga jeruk, lili, bunga kamboja
- Bunga berserbuk: iris, violet, heliotrope, mimosa, dan genêt
- Bunga berbumbu: anyelir, immortelle
- Bunga dari keluarga ros: mawar, geranium, dan peoni
Buah dalam nada tengah
Buah-buahan, dalam sebagian besarnya, berperan dalam nada tengah (kecuali beberapa nada buah berair dan berair). Berikut beberapa buah yang memberikan nada tengah:
- Buah merah: stroberi, rasberi, bluberi, murbei, kismis, kassis
- Buah kuning: persik, plum, aprikot
- Buah eksotis: mangga, nanas, pisang, markisa
- Buah berair: melon dan semangka
- Buah berair segar: pir, apel, kiwi
Bahan alami dan produk sintetis
Pilihan antara bahan baku alami atau produk sintetis dalam komposisi parfum akan mempengaruhi kualitas wewangian.
Memang, semakin banyak wewangian mengandung bahan alami, semakin evoluatif, hidup, dan kaya. Sebaliknya, parfum yang mengandung terutama bahan sintetis akan lebih lurus, stabil, dan linear dalam evolusinya.
Agar parfum seimbang dan berkembang dengan menyenangkan, yang terbaik adalah terdiri dari persentase nada alami yang lebih besar yang akan memberikan seluruh jiwanya pada wewangian, sementara produk sintetis terutama akan digunakan untuk memberikan teknis, kekuatan, dan ketahanan pada parfum, atau untuk menggantikan bahan yang tidak dapat digunakan secara alami (seperti muguet, violet, dan beberapa buah kering).
Nada tengah dan pemilihan parfum
Pertama-tama, perlu diketahui cara meluangkan waktu saat membeli parfum, agar nada-nada memiliki kesempatan untuk terungkap dan berkembang sepenuhnya.
Untuk itu, jangan ragu untuk membiarkan parfum bekerja beberapa jam, atau bahkan semalam, sebelum membelinya. Ini akan memungkinkan Anda mengenal semua nada-nya, dan menghargainya secara keseluruhan.
Jika Anda masih menyukainya keesokan harinya, merasa nyaman, dan menerima pujian dari orang-orang di sekitar Anda, itu pasti berarti Anda telah menemukan wewangian Anda.
Kesimpulan
Nada tengah sangat penting dalam sebuah parfum. Nada ini memungkinkan parfum menjadi lebih bulat dan padat.
Berkat nada tengah, wewangian memperoleh bentuk dan volume.
Nada tengah dapat dibandingkan dengan percakapan pertama antara dua orang, yang mengikuti perkenalan atau pertukaran senyum pertama.