Tunas Kismis Hitam dalam Parfumeri: Nada buah yang segar dan hijau

Kami melanjutkan tinjauan bahan baku yang digunakan dalam parfumeri dengan buah tunas kismis hitam. Asal usul, pengolahan, manfaat, dan penggunaan dalam parfumeri dan aroma makanan — Anda akan mengetahui segalanya tentang kismis hitam.
Botani dan Sejarah
Nama botani: Ribes nigrum
Famili botani: Saxifragaceae, Grossulariaceae
Konstituen utama: Allyl amyl glycolate, sabinene, caryophyllene beta
Buah ini tampaknya sudah dikenal oleh orang Yunani dan Romawi. Para arkeolog dari abad ke-12 telah membuktikan khasiat terapeutiknya, terutama sebagai obat serangan asam urat.
Pohon ini baru muncul di Prancis pada akhir abad ke-16, tetapi kata “cassis” (kismis hitam) baru lahir pada abad ke-18. Sebelumnya disebut poyvrier, kemungkinan karena buahnya yang hitam.
Asal Usul dan Produksi
Buah atau beri hitam berkulit mulus ini biasanya membentuk untaian. Tunas kismis hitam, yang terutama dibudidayakan di Burgundy, berasal dari pohon yang disebut groseillier noir atau cassissier dengan ketinggian yang bisa mencapai dua meter. Cassissier adalah semak lebat yang tumbuh liar di Eropa Utara, hingga Lapland dan Siberia.
Rusia adalah produsen kismis hitam terbesar di dunia dengan 300.000 ton beri kismis per tahun, terutama untuk konsumsi sendiri. Prancis menduduki posisi ke-4 di belakang Polandia dan Inggris Raya.
Di Prancis, produksi tunas kismis hitam terbesar ada di Burgundy, Val de Loire, atau Lembah Rhône — 70% tunas kismis hitam diperuntukkan bagi parfumeri. Panen kismis hitam berlangsung dari akhir November hingga akhir Februari.
Klasifikasi nada buah
Kismis hitam sangat populer di Eropa. Reputasinya sebagai bahan obat mendahuluinya, sebelum kemudian menjadi salah satu dari sedikit bahan baku alami — meskipun semakin banyak produsen atau rumah parfumeri yang mengembangkan nada buah alami baru. Ada berbagai kategori nada buah:
- Buah merah: kismis hitam atau tunas kismis, raspberry, stroberi, ceri, stroberi liar, blueberry, blackberry.
- Buah kuning: persik, plum, aprikot.
- Buah eksotis: kelapa, mangga, nanas, pisang, markisa.
- Buah berair: melon, semangka.
- Buah berair segar: pir, apel, leci, kiwi.
- Lainnya: ara.
Ekstraksi dan Pembuatan Absolue
Baru sejak tahun 1960-1970 nada ini mulai dikerjakan dalam parfumeri. Absolue kismis hitam diperoleh melalui ekstraksi dengan pelarut volatil dari tunas kismis untuk mendapatkan concrète. Untuk 1 kg absolue dibutuhkan 30 kg tunas kismis.
Sebagian besar kismis dipetik dengan tangan karena tingginya biaya mekanisasi. Karena seseorang hanya dapat memetik 1 kg tunas per hari, harga bahan baku ini cukup tinggi.
Khasiat, Masakan, dan Berbagai Kegunaan
Ini adalah produk yang populer dalam farmakope dari India hingga Eropa. Digunakan oleh industri farmasi. Khasiatnya sangat banyak — baik buahnya yang kaya vitamin C dan B12 maupun daunnya yang memiliki sifat antioksidan dan laksatif.
Kismis hitam dianggap efektif melawan infeksi saluran pernapasan, migrain, flu, penyakit virus, rematik, artritis, dan lain-lain. Konon juga digunakan untuk mengobati anjing yang digigit ular, dan daunnya dapat menyembuhkan gigitan serangga.
Kismis hitam banyak digunakan dalam kue (selai, manisan, es krim, tarte…) dan sangat dikenal dalam bentuk minuman beralkohol. Disebut juga crème de cassis, minuman ini muncul pada tahun 1841 di Dijon dalam kir yang terkenal — campuran anggur dan minuman keras — menggantikan ratafia, minuman aperitif berbahan jus anggur, alkohol, dan tunas kismis yang direndam.
Ketenaran kismis hitam mencapai puncaknya ketika Raja Louis XV, singgah makan siang di Neuilly setelah berburu, mencicipi ratafia untuk pertama kalinya dan kemudian memperkenalkannya kepada istana. Kismis hitam juga merupakan bahan baku yang diolah di Grasse — penting dalam parfumeri maupun aroma makanan.
Perlu dicatat bahwa ia sangat dihargai dalam masakan industri karena rasa asamnya yang khas, sebab nada ini sangat aromatik, juga buah-buahan dan manis. Sebuah museum seluruhnya didedikasikan untuk kismis hitam di selatan Dijon di Nuits-Saint-Georges: le Musée Cassissium.
Deskripsi Olfaktori: Antara hijau dan buah merah
Kismis hitam adalah salah satu bahan baku alami dalam palet pembuat parfum, digunakan untuk pertama kali oleh Guerlain dalam parfum Chamade pada tahun 1969. Ini adalah nada yang berada di antara aroma hijau dan aroma buah merah.
Kadang memiliki aksen yang tidak menyenangkan jika dosis atau orkestrasinya salah — bisa berbau seperti urin kucing, keringat, atau semak-semak tanaman buxus.
Ini adalah bahan baku yang sangat kuat dan menembus seluruh piramida aroma serta dapat dirasakan sejak nada atas.
Berbagai facette kismis hitam: hijau, sulfurosa, buah-buahan, sedikit woody, beralkohol, anggur, pahit, balsamik.
Penggunaan dalam parfumeri
Tunas kismis sering digunakan dalam parfum hespéridé, floral, atau oriental.
Parfum yang mengandung tunas kismis hitam
Berikut parfum yang mengandung tunas kismis hitam:
- Chamade dari Guerlain
- Champs-Elysées dari Guerlain
- Aqua Allegoria: Pamplelune dari Guerlain
- First dari Van Cleef
- Rose dari Cardin
- Sublime Balkiss dari The Different Company
- L’Ombre dans l’Eau dari Diptyque
- Amazone dari Hermès
- Belle de Minuit dari Nina Ricci
- In Love Again dari Saint Laurent
- Corsica Furiosa dari Parfum d’Empire
- Angel dan Angel Innocence dari Mugler
- Oscarine dari Delacourte Paris